Asep Zine 1.0

Editorial Asep Zine.

Entah apalagi istilah yang cocok. Asep Zine? Bukannya media blog ya? Harusnya pan, Asep Web Zine? Ah biarinlah. Toh semua isitlah fungsinya cuman buat penjelas, berhubung gue gak jelas jadi gak perlu sok jelaslah. Ini tulisan lawas gue di tahun 2012 gue upload di mari supaya ada yang baca. Tulisan yang di isi di waktu luang gue di kamar dengan suara-suara dari rekaman digital mp3. Ketukan taping keyboard PC buat ngetik tulisan yang lo baca. Tulisannya gak bakal di soal UAS, interview kerja, laman konspirasi, sampe blog politis. Gue gak nulis kaya gitu. Gue nulis yang sesuai dengan kapasitas otak ajalah. Banal. Sebanal alasan kenaikan BBM.

Awal mulai buat akun facebook di tahun 2009. Awal kuliah dimana semua mulai ngomongin jejaring sosial pengganti fs. Penasaran juga gw buat ikut trend waktu itu. Sekarang FB semakin ngebosenin. Bosennya sama kaya gw logout selamanya di fs, lagian pake fs gak penting-penting amat, cuman liat foto cw lanjut di-add. Jejaring sosial bikin yang jauh jadi deket, yang deket jadi jauh. Kaya lo punya BB sekarang. Buat gw BB itu gak keren, lebih keren kalo lo punya temen banyak dan lo bisa ngobrol langsung tatap muka. Kebosan itu bikin gw diem, banyak mikir gak jelas, diem dan ngebacot sampah.

“Daripada diem mending buat hal yang baru. Ngeksplorasi ide-ide gue selama ini.”

Ayo buat zine:

Cari content, layout, edit tulisan, print. Atau bisa juga tulis langsung di kertas HVS (A4) terus tulis semua yang mau lu sharing ke orang – orang yang suka baca tentunya. Lagian media mainstream itu isinya cuman promosi, jual beli, pencitraan, satu sudut pandang yang ngedominasi otak kita, dan hal – hal yang intinya jual membeli, atau nggak ngajarin lo kreatif, kaya buat segala sesuatu sendiri. Itu juga kalo lo mu buat, tapi kenapa gak buat dan dimulai dari sekarang aja? Selama lo suka dan ngerasa waktu lo berguna buat zine ya lo buat sekarang aja. Santai tapi beres.

Contentnya gak pake hak cipta, copas sana sini. Bebas aja. Sebebas tulisan di bawah ini yang gue ambil dari zine yang gue lupa judulnya.

KLISE, HIDUP MATI MEDIA ALTERNATIF. MEDIA (MAGAZINE) FUCK YOU!
The cinematic spectacle has its rules, which enable one to produce satisfactory products. But dissatisfaction is the reality that must be taken as a point of departure.
-Situationist International, Critique of separation.

Zine merupakan bentuk pengembangan dari fanzine, sebuah bentuk media alternatif dari Amerika yang berkembang sekitar tahun 1930an oleh para penggemar fiksi ilmiah. Mereka memulai membuat fanzine untuk membahas perkembangan atau apapun yang berhubungan dengan fiksi ilmiah, seperti berbagi cerita dan komentar kritis seputar masalah fiksi ilmiah. Pada tahun 1980an gerakan Punk mulai mengadopsinya sebagai medium komunikasi antar komunitas untuk membahas musik dan perkembangan gerakan Punk. Zine lahir dari tradisi para weirdo (orang aneh) ataupun nerdy; Layaknya para pembuat fanzine mula – mula, para penggemar fiksi ilmiah digambarkan sebagai para Nerdy yang memiliki memiliki tingkat intelejensi diatas rata-rata namun terbelakang dalam masalah pergaulan sosial, yang menemukan Fiksi Ilmiah sebagai pelarian dari realita yang menolak mereka.

Serupa dengan tradisi yang berkembang selanjutnya orang – orang yang berkutat dengan dunia zine jauh dari orang – orang yang serupa. Sebagaimana Carl Goldberg Janice yang kemudian menjadi co-editor dari facsheet five mengindentikan masyarakat dari para pembuat zine dengan mengatakan, “apabila kamu ingin stereotip dari para editor zine, mereka pastilah biasanya orang – orang yang sangat canggung secara sosial, yang hampir tidak dapat sesuai dengan berbagai hal, mereka yang biasanya menjadi penyendiri dan bekerja lebih baik dalam tulis – menulis daripada saling berhadapan.”

Pembuat zine Slug and Letuce Chriistine Boarts, salah satu dari pengusung budaya zine di Amerika, digambarkan sebagai seorang gadis yang cukup aneh, pemalu, dan pendiam yang tumbuh terasing dari anak – anak lain dikotanya. Seperti juga kalimat yang tertulis pada salah satu kolom di Facsheet five mengenai pernyataan mengapa membuat zine. ”aku membuat zine karena aku anak yang gemuk dan lemah di sekolahku. Semua orang memukuli aku. Bahkan para gadis. Aku memiliki kopleksitas yang buruk dan ibuku membuatku memakai pakaian yang kebanci – bancian.”

Atau sebuah pernyataan yang lebih tegas seperti yang dilakukan oleh John Foster di dalam zinenya, “tidak perlu defensif… kamu tidak perlu bertingkah tegar di sekitarku, atau menunjuk kesalahan pada yang lain, ataupun membuat apologi – apologi dan begini dan begitu… kamu adalah geek ( orang aneh ). Sama sepertiku. Jadi sekarang semua kebenaran buruk ini telah diketahui, kita bisa berhenti untuk berpura – pura. Dan mulai mengenal satu sama lain. Hai, apa kabarmu? Berangkat dari fakta semacam ini kita dapat berasumsi bahwa budaya media alternatif seperti zines melambangkan sebuah ketidakpuasan terhadap kondisi yang mendefisinikan kehidupan. Para weirdo zinesters memanfaatkan medium ini untuk mendefinisikan siapa dari mereka, mencoba menjadi hidup di tengah definisi yang mengungkung personalitas mereka.

“JADILAH MEDIA”

Nah, itu ide awalnya gue jadi pengen nulis di tahun 2012. Sayangnya zine itu gak pernah gue layout, gak pernah gue cetak. Yang ada malah sering gue revisi tulisannya. Jadi gak beres-beres. Gue lebih nikmatin proses ngehubungin kata per kata ke kalimat.

Kalo sekarang tulisannya bakal kaya apa gue udah gak peduli, karena semakin banyak revisi, pertimbangan ini itu malah gak beres-beres. Percumakan nulis gak ada yang baca. Kalau pun gak ada yang baca ya minimal gue berhasil ngepublikasiin, sambil ngebaca ulang di luar kamar gue.

Oh iya, kalian bebas komentar apa aja terserah, mau pake bahasa apa aja bebas, kasar atau enggak terserah. Gue gak masalah, mau gak komen juga terserah. Gue terbuka aja.

Diterbitkan oleh asepcashball

Mantan nett, calon pengusaha, seorang pecinta wanita yang doyan baca, nulis ma nyoba2 buat tulisan.

3 tanggapan untuk “Asep Zine 1.0

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: