Rokok Kretek

Asap dihembuskan. Mataku berair akibat ulah jahilmu. Sebelumnya aku melihat ujung batangnya memerah.

Asap rokok yang kau hisap tiba-tiba saja kau semburkan ke depan wajahku.

“Uh.”

Aku pun langsung terpejam seketika. Lalu ketika membuka kelopak mataku kembali. Aku hanya bisa melihat wajahmu. Dekat sekali. Benar-benar dekat.

Wajah manismu.

Dan.

Bibirku bersentuhan dengan kulit. Kering. Namu tak lama aku merasakan basah. Hangat. Kurasakan juga lidahmu didalam mulutku.

Rambut pendek menyentuh keningku. Kacamataku sedikit terhalang potongan rambutmu. Tadi siang, kami berdua baru berkeliling mall. Makan. Nonton. Perut kenyang.

Ceritamu tetang suamimu tak pernah kuputus. Aku hanya mendengarkan keluhanmu. Ku menghisap rokok kereteku. Meneguk susu, lalu mengunyah snack. Taka ada yang lain. Hanya itu.

*****

—Bisa ngomong yang laen gak. Ibu gak setuju kamu deket sama janda. Beda Agama lagi.

Aku terdiam. Melamun.

Diterbitkan oleh asepcashball

Mantan nett, calon pengusaha, seorang pecinta wanita yang doyan baca, nulis ma nyoba2 buat tulisan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: