Hidup dalam kesendiran, hidup dalam pangkuan ibu.

— Om botak 2x. Om. Omtak.
Berkali-kali terdengar dari mulut kecilmu.

Aku tersenyum.

Lengan kecilmu mendekat.
Tangan kananku menyentuh balita ini.
Anak dari seorang Ibu muda.
Didepan petak kamar kecilmu, yang selalu kau bayar sewanya perbulan.
Aku masih saja menyempatkan waktuku ‘tuk berkunjung melihat perkembangan si kecil.

Kau masih tetap sibuk mengerjakan tugasmu.
Tidak bisa diganggu.
Kau fokus menyentuh keyboardmu.
Hingga laptop lamamu ini sudah berjam-jam tidak kau matikan.

Ada rangkaian angka-angka di dalam tabel yang kulihat.

Entah sedang menghitung apa kau hari ini.
Buku tebal Akuntansi, microsoft excel, kau buka halaman ke halaman.
Kau membacanya berkali-kali.
Disampingnya. Berdekatan dengan kopi, rokok dan handphonemu.

Kau menghisap rokokmu sambil mengerjakan tugasmu.
Aku tertawa-tawa dengan anak ini.
Entah apa yang lucu.
Tapi aku menyukai anak ini.

*****

Air susu yang telah kubeli sudah hampir habis.
Roti kacang juga sudah kumakan.
Tak tersisa.

Ku buang sisa kemasannya pada plastik mini market.
Ku masukan satu persatu lalu ku tempatkan dalam tong sampah.
Tong sampah ini penuh dengan bungkus rokok, snack, minuman ringan.
Susu bubuk formula sudah ku berikan pada anakmu.
Ia meminumnya dengan senangnya.

Sebelumnya, susu hangat ini kau buatkan terlebih dahulu sebelum sibuk mengerjakan tugasmu.
Aku tak punya uang untuk sekedar membelikan anak ini susu.

Lagi pula uangku habis untuk membayar hutang-hutangku.
2 tahun mengaggur tentu saja menghabiskan segalanya.
Termasuk uang kenalan-kenalanku.

Semua itu harus dibayar dengan bekerja penuh di toko kecil.
Dengan gaji yang sama dengan anak lulusan universitas.
Bukan setingkat gaji seorang karyawan yang berpengalaman memang.
Cukuplah untuk sekedar bertahan hidup dalam satu bulan.

Seadanya saja.

Saat ini.
Aku baru saja bekerja selama 30 hari.

Aku masih saja belajar bagaimana menyelesaikan tugas dengan cepat.
Bagaimana menjelaskan desain sticker bagi motor matic kepada konsumen.
Bagaimana mencetak cutting sticker, dan menulis nota.

*****

Aku masih saja bermain-main dengan anak kecil ini.
Anak yang tidak pernah bertemu dengan bapak kandungnya.

Menurut ceritamu, anak ini tidak pernah dibiayai ayahnya.
Ayahnya tak peduli, pergi meninggalkannya.
Seorang anak yang lahir dari hubunganmu.
Bukan hubungan kita.

Aku tak pernah berjumpa dengan suamimu.
Aku tidak pernah tau wajahnya seperti apa.
Yang ku tahu kau membenci bapak anakmu ini.
Hingga sekarang umur anakmu hampir genap 3 tahun.
Masih membutuhkan kasih sayang kedua orang tua.
Sekarang.
Kau berusaha sendirian melanjutkan hidupmu.
Mengambil nafas, berserah diri, menapaki jalan yang kau pilih.
Tugas kuliahmu yang padat akhir-akhir ini, menjadi keputusanku untuk mengurus anakmu.
Aku tidak pernah dekat dengan anak kecil.
Aku kebingungan mengurusnya.
Aku bukan seorang ayah, lagi pula aku juga bukan seorang yang bertanggung jawab penuh untuk anak ini.

Aku bukan Ayahnya.

Yang kulakukan hanya membantumu sebisaku.

Membiarkan kau menyelesaikan kuliahmu hingga tahun depan.

Diterbitkan oleh asepcashball

Mantan nett, calon pengusaha, seorang pecinta wanita yang doyan baca, nulis ma nyoba2 buat tulisan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: