Pencitraan Bagian 07

Ya. Mungkin ini hari terakhirku. Mungkin. Mungkin saja iya.

Mungkin juga besok aku tak bisa melihatmu.

Mungkin.

Sehingga nantinya aku akan lebih banyak menatap kumpulan pixel. Menyusun vector. Menyelesaikan tugasku tanpa kehadiranmu.

Ah.

Apa salahku melihatmu.

Hingga jendela ini di tutup paksa.

Ah.

Apa mungkin kepala toko tau, aku betah berlama-lama menonton dirimu.

Berjalan keluar-masuk ruko elektronik.

Ah.

Apa iya. Seperti ini alasannya.

Menyusahkanku saja Pak. Kenapa harus dilarang seperti ini Pak.

Bila tiba rasa rinduku menantimu.

Pada saat yang tepat nantinya mataku bertemu denganmu tanpa halangan.

Penantiaannya akan terhitung lebih bernilai lagi daripada biasanya.

Diterbitkan oleh asepcashball

Mantan nett, calon pengusaha, seorang pecinta wanita yang doyan baca, nulis ma nyoba2 buat tulisan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: