Depresi Bagian i

Suara itu datang lagi. Bertanya dimana tepatnya lokasiku berada. Kejadian yang berlangsung dalam keadaan memiliki keburukan gizi diotak. Malnutrisi. Sudah 2 hari tidak mau makan. Badan lemas. Tangan kiri diikat keatas dekat kepala. Tangan kanan diikat kebawah rata dengan perut. Kedua kaki diikat sejajar. Badan terasa tak nyaman dipenjara di kasur. Ruangan yang kosong. Mata perih terkena sinar lampu.
Suara itu masih jelas terdengar. Badan seperti kaku tanpa bisa ditolong gerakan yang mengunci seluruh otot. Ketegangan, lelah, serta nyeri tidak dapat ditahan. Secara keseluruhan benar-benar kalah hanya dengan mendengar suara-suara.

*****

Siang ini aku diikat dalam ruangan. Bajuku dibuka paksa. Celanaku dilucuti. Lalu badan ini disuntik paksa di belakang perutku. Tubuhku mengeras melawan 4 orang yang mencoba menutup pandangan didepanku. Ketika itu aku sedang berbaring di kasur.
Aku terus saja melawan. Memaksakan diri kepada mereka yang mencoba menenangkan diriku dari amuk seorang setan seperti ke masukan arwah penasaran.
“Rek kamana maneh teh.” Suara yang terdengar sambil badannya menghalangi jalanku.

*****

Kepalaku sakit nyeri dibagian belakang kepala. Mulutku terus meludah dengan tisu sebagai tempat membuang air kental kuning. Tidak tahu sudah berapa lembar dibuang tetap saja melakukannya berkali-kali.
Pada saat ini mobil ini terus saja membawa diriku ke suatu tempat. Sebuah perjalanan jauh dari rumah.

*****

Tertulis Rumah Sakit Jiwa. Tempat yang pertama kaliku datangi selama hidupku.

Diterbitkan oleh asepcashball

Mantan nett, calon pengusaha, seorang pecinta wanita yang doyan baca, nulis ma nyoba2 buat tulisan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: