Hujan di sore hari

20 September 2016.

Mengambil nafas perlahan, menenangkan diri lalu mulai menikmati keadaan yang telah terjadi. Hujan deras yang turun tak menghentikan langkah kaki, dalam sebuah pencarian yang khidmat, dengan ketenangan seperti ini bisa saja akan berada di Bandung, atau mungkin juga bertempat di Jakarta.
Ditepi jalan yang ditempuh ini, satu persatu terotoar sedang diperbaiki, dengan keadaan, ada yang becek, ada yang tidak, melangkahkan kaki pada jalan lain, untuk terus berjalan. Walaupun cuaca sedang tidak bersahabat, banyak halangan, termasuk tempat yang akan dituju saat ini, hujan sedang turun deras. Sejumlah uang pun dikeluarkan sama seperti turunnya air hujan, sampai perjalanan ini terus berlangsung demi serangkaian test yang harus diselesaikan hingga tuntas.

*****

“Teh saya mau melamar kerja, ada lowongan gak, buat desain grafis.”
Hari yang panjang hingga sampai ditempat ini. Sore ini hujan telah reda. Keadaan yang menenangkan.
“Oh sebentar ya Aa, nanti disimpen disini aja.” Ia memastikan, surat lamaran disimpan di tempatnya bekerja.
Seketika aku baru teringat, ada yang terlupa, “Ada pulpen teh?” Meminta waktunya sebentar untuk menuliskan keterangan pada amplop coklat yang ku bawa, memastikan lamaran terisi identitasku.
Tangannya memberikan pena kutulis namaku serta lowongan bagian desain grafis. Tugas yang penuh tanggung jawab nantinya.
Ketika menulis didepan meja kasir ini, terdengar pembicaraan dengan seseorang di ruangan belakang meja kasir tersebut, tapi entah apa tepatnya, tak ingat.
Keadaan toko ini kebetulan sedang sepi, jadi setiap ucapan, bahkan bunyi-bunyi apapun itu, akan terdengar jelas, sementara yang kulakukan saat ini hanyalah meneruskan tugasku, melamar kerja, menghiraukan obrolannya dengan seseorang tadi.
Terdengar, “Kurang maksimal.”, ucapnya pada kawannya.
Bersyukur terima kasih aku mendengarnya, memotifasiku ‘tuk melakukan pekerjaan dengan baik. Hingga dapat bekerja lagi. Meski aku tak yakin katanya itu ditunjukan padaku. Mungkin saja aku terlalu memasukan perkataannya ke dalam hati. Rasa-rasanya seperti itu. Merasakannya, obrolannya itu, seperti memiliki hubungan langsung dengan ku.

Diterbitkan oleh asepcashball

Mantan nett, calon pengusaha, seorang pecinta wanita yang doyan baca, nulis ma nyoba2 buat tulisan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: