Menunggu

Dari beberapa blog yang diikuti, juga dibaca ya rata-rata tulisan menurut sudut pandang orang pertama. Menceritakan keseharian penulis. Salah satunya tinjauan buku menurut selera personal. Selain itu, ada perview lainnya, seperti kaset, cd, dvd. Tak sebatas itu, kunjung ke sebuah kota, masakan hingga minuman pun seperti tak mau ketinggalan untuk dibahas juga.
Tulisanku tidak seperti itu, aku juga ingin menulis sepertinya jika ada kesempatan yang sama dengan bahasan yang sama pula. Merasa terinspirasi menulis.

*****

Sebagai seorang desainer, terpelajar, serta lulusan universitas swasta, sudah sepantasnya bisa bekerja di perancangan kaos indie. Banyak ilmu yang bisa digunakan dari hasil belajar 5 tahun di kampus untuk diterapkan di pekerjaan nanti. Aku merasa percaya diri tentang ini. Tapi, anehnya, baru ada 1 saja yang memanggil test untuk pekerjaan ini. Perbanding satu panggilan kerja, 3 clothingline yang dilamar belum memanggil. Lumayanlah dari 4 ada yang manggil satu.
Entah harus beberapa lama mengirim lamaran ke tempat kerja. Ditambah tidak ada satu tulisan membutuhkan karyawan, sama saja dengan menunggu mereka membutuhkannya, baru memanggil lamaran kerjaku.
Kadang ada kesempatan, tidak ada kebutuhan, sedang menunggu kepastian panggilan pekerjaan sama sperti menunggu kepestian menulis blog yang dibilang di awal tadi. Menunggu dan menunggu. Menulis dan menulis.

Diterbitkan oleh asepcashball

Mantan nett, calon pengusaha, seorang pecinta wanita yang doyan baca, nulis ma nyoba2 buat tulisan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: