Depresi bagian iii

Sebelumnya aku tidak tau ada penyakit halusinasi bernama Scizophernia

Di tv seorang penjahat diperiksa saldo banknya. Diperiksa apakah rekeningnya gendud. Kebetulan saat ini saya berada di depan Atm, ada seseorang yang sedang memfoto Atm, sekilas seperti adegan di tv. Saya sudah siap tercyduck bersiaplah tertangkap tangan dengan rekening tipis. Biar gak ada uang di rekening juga aku pasti ditangkap polisi sudah di incar-incar. Bersiap-siap di hotel prodeo.
Rasanya otak selalu merespon dengan cepatnya yang ada disekitar. Responsif. Menghubungkan satu hal dengan satu hal yang lain seenak hati. Cocoklogi seenak hati.
Mimpi/realita, dialami diri sendiri. Mimpi ini seperti menjadi nyata tak ada yang bohong. Semua menjadi nyata. Benar-benar nyata.
Tv suara, berita, gosip, iklan, malah jadi baper. Semua seperti saling berhubungan denganku. Aku seperti ditekan oleh semua orang. Aku disudutkan di ujung pojok jalanan.
Sekilas membuka koran, kata, kalimat adalah tanda. Petanda baik/buruk. Rasanya seperti itu. Semuanya menjadi pesan tersembunyi. Yang menjadikan perlu dibaca semiotikanya. Selalu ada pesan yang terbaca. Aku seperti sedang dikejar polisi. Seorang buronan yang sedang di kejar.
Tak berselang lama susunan kur’an berdampingan dengan buku ujung berung rebels. Disusun dengan berbagai buku dkv. Tujuannya memanggil setan atau mungkin juga seperti pencarian setan.
Hingga akhir posisinya menjadi. Rentetan pesan aku adalah Tuhan bagi diriku sendiri. Yang siap merubah hidupku setiap saat menjadi orang yang gesit dan siap kerja. Ya pengangguran yang menjadi sang calon pegawai.

*****

Agnez Mo=ibu. Seperti terasuki jiwanya Agnez Mo. Dan berubah seketika menjadi ibu yang baik hatinya.
Abang=kunci rumah. Menjadi kunci rumah yang siap membukan pintu di malam hari. Kerajaan malam hari segala setan berdatangan.
Saya=anarskis, ateis-theis, peramal. Politik dengan “P” besar juga politik dengan “p” kecil. Tokoh utama yang menjadi alur cerita. Seorang yang diawasi semua orang. Seseorang yang tak jelas bentuk karakternya. Seseorang yang bermaksud baik sekaligus bermaksud buruk.
Saya sensi jadinya, terlalu sensitif mudah baperan tapi anehnya jadi jarang solat, resah, ketakutan. Melihat sajadah saja seperti melihat hantu. Tidak ingin dipakai bahkan dilihat. Sungguh menakutkan. Aku adalah setan yang terkutuk, tak menyembah tuhan. Setan dan Tuhan menjadi aku sendiri. Aku adalah duniaku sendiri.
Sampai di tempat Rukiyah. Aku berzikir Nyi roro kidul x 1255= kekuatan yang membuat ku bangun berkali-kali sehingga tidak bisa dibekam. Sungguh menggangu orang-orang bekam.
Ketika datang ke tempat rukiyah ini menjadi tidak bisa di rukiyah. Saya menolak tunduk. Saya tidak mau diatur dengan rukiyah.

*****

Kaset, barang pribadi = tidak dijual. Tidak menjadi penjual online lagi. Barang dagangan hanya disimpan saja. Hanya orang yang selalu panas melihat status seperti sedang menyindirku. Aku terlalu sensitif.
Doodle, berawal dari posting fb. Pura-pura … menjadi asik posting dengan seenaknya dalam beberapa jam sekali. Sangat aktif.
Semakin aktif membuat status menyampaikan aspirasi. Entah penting atau tidak penting semua ditulis seenak jidat. Asal ada status baru.

Diterbitkan oleh asepcashball

Mantan nett, calon pengusaha, seorang pecinta wanita yang doyan baca, nulis ma nyoba2 buat tulisan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: