Depresi bagian vii

Sebelum masuk ruangan Rajawali. Beberapa hari sebelumnya. Halusi nasiku sudah panjang ceritanya merembet kemana-mana. Halusinasi sudah seperti kenyataan.

Rukiyah selesai. Saat tangan pak rukiyah memegang leherku. Aku seperti dicekik olehnya. Aku membaca 2 kalimat sahadat tetapi keluar berbeda dengan kalimat sahadat yang biasa. Ini rukiyah yang pertama.

Rukiyah yang kedua ini tidak berhasil diselesaikan. Aku menarik terus menerus alat bekam. Menariknya dari punggungku. Aku merasa terganggu dengan aktivitas ini. Menjadikan ku tak bisa diam dan terus menarik-narik alat bekam.

Berzikir menyebut nama Swager. 99 kali. Terus menerus memakai tasbih.

Ketakutan bahwa ada yang mendekati Ibu. Takut ada orang yang membunuhnya.

*****

Enak jaman ku toh. Sticker bergambar Soeharto di spakbor motor bebek tepat di depan tempat bekam ini.

Berbicara dengan Ucok. “Gimana cok berdua dengan Soeharto.” Aku tidak ingat selanjutnya, yang pasti kami tertawa berdua.

*****

Saya harus bertanggung jawab. Dari bekam, dll. Aku mendengar tv tentang pengorbanannya, aku tersinggung dan akan bertanggung jawab.

Saya berteriak, memanggil nama “Nama saya Asep cash ball. saya mau bertanggung jawab. Saya bodoh.”

Hari itu sudah malam berteriak. Sudah berpakaian siap pergi. Aku ingin pergi bekerja di tempat kerjaku dulu. Di toko. Mengisi waktuku sambil menjadi orang yang biasa saja tanpa ada yang spesial di hidupku. Sesuatu yang biasa saja.

Diterbitkan oleh asepcashball

Mantan nett, calon pengusaha, seorang pecinta wanita yang doyan baca, nulis ma nyoba2 buat tulisan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: