Masa Depanku sekarang

“Aduh kamu kebanyakan tidur. Kamu harus olah raga. Awas jangan kebanyakan makan nasi entar diabet.” Aku hanya bisa membalasnya dengan diam tanpa membantah. “Kamu mau jadi apa, kerjaan tidur ama makan. Ngegambar cuman setengah jam, nonton aja dibanyakin. Mau jadi apa kamu?” Aku menonton anime untuk mengisi waktu luangku yang kadang malah menghabiskan waktu kerjaku. Menggantinya dengan menonton. Bekerja, mendesain yang disebut ibuku menggambar tengkorak dengan bermacam varian yang sedang dikerjakan.

Banyak hal yang bisaku lakukan untuk bertahan hidup dengan mencari uang. Orang dewasa tentunya bisa mandiri, bekerja, atau pun berwiraswasta. Aku bisa menjual barang-barangku secara daring. Menjualnya di facebook, lalu sekarang jualanku adalah gambar-gambar tengkorak tak ada yang membeli belum waktunya mungkin. Tak jadi soal laku tak laku aku masih bisa makan dengan lahap di meja makan. Tak ada yang dihasilkan dari online. Uangku enol tapi masih bisa hidup dari makanan pemberian orang tua ku seorang ibu saja tanpa ada bapakku yang lebih dulu berpulang ke tangan sang halik.

Menjadi freelancer tidaklah mudah butuh keseriusan untuk tetap produktif dirumah dengan berbagai kemudahannya. Tergoda untuk menonton anime, beristirahat sebentar di kasur, membaca novel sampai hal-hal yang membuang waktu produktif menjadi pasif.

Padahal aku ingin menjadi freelancer tapi usahaku sekarang belum menghasilkan penghasilan yang bisa mengidupiku. Aku bahkan terlalu malas untuk bekerja di rumah dengan berbagai macam gangguan serta godaan untuk bersantai dahulu.

Aku bukan hidup di keluarga kaya. Bukan juga hidup dari pasif income. Tetapi aku selalu santai-santai saja saat tahu bahwa hutang ibu, kakak, dan juga aku sudah ada ratusan juta. Aku malah seperti orang yang masa bodoh tidak peduli dengan keadaan malah cenderung berleha-leha dengan waktu yang sempit ini karna tahu bahwa hutang akan lunas bila berhasil menjual rumah.

Aku berharap cepat terjual rumah supaya hutang bisa lunas aku bisa hidup dengan tenang tanpa pusing harus berfikir lagi hutang yang ada. Kini satu cara yang harus kulakukan adalah bertahan hidup dengan bekerja freelance desain grafis walau pun realitanya belum menghasilkan uang. Entah sampai kapan aku menunggu uang dari hasil posting jualan gambar tengkorak di facebook. Jarang ada yang suka, komen pun jarang apalagi membagikan postingan gambar tengkorak itu. Entah jadi apa aku nantinya bila hidup seperti ini terus. Masa depanku menjadi desain grafis profesional.

Diterbitkan oleh asepcashball

Mantan nett, calon pengusaha, seorang pecinta wanita yang doyan baca, nulis ma nyoba2 buat tulisan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: