Rumah di Bandung Utara

Akhir tahun 2019 ini, beberapa hari terakhir juga di rumahku di perbukitan di Bandung Utara akhirnya rumahku terjual, meski dengan banyak drama. Kakakku membayar beberapa hutangnya ke teman2nya nantinya, sekarang uangnya belum cair, meski sekarang juga penjualan katanya didapatkan sebesar 400 juta dipotong hutang beserta yang lain-lain hanya menyisakan 100 juta. Rumah ini terjual jauh dari harga pasaran sebesar 500-600 juta. Saya sudah tidak bisa berkata-kata tapi saya tetap percaya selepas pindah dari sini usaha font saya maju, memaksimalkan pengerjaannya setiap hari. Tentunya kami sudah bersiap-siap untuk tetap bertahan hidup.

Ibu tegar ketika tau bahwa rumah hanya menyisakan 100 juta. Terbebas dari riba membuat Kakakku senang sementara Ibuku berharap rencana selanjutnya yaitu tidak terjadi lagi kejadian jatuh miskin menimpa kami lagi.

Rencana selanjutnya? Ibu, Kakakku beserta Saya. Kami bertiga akan membeli rumah di atas lagi dengan dibayar setengahnya lalu menyicil perbulannya. 50 juta dibayar di awal sisanya ya dicicil. Cicilan bisa dibayar dengan membuat warung serba ada dirumah tersebut lalu memulai hidup dari nol lagi. Sementara Kakakku berencana meninvestasikan uangnya 50 juta lainnya ke usaha cafe kawan lamanya di Bogor sekaligus bekerja di sana, nantinya akan mendapatkan gaji beserta keuntungan perputaran modal yang diinveatasikan. Saya tak berharap banyak dari sini hanya ingin hidup lebih banyak bekerja merampungkan 7 font yang belum selesai di daftarkan ke myfonts. Saya akan menjadikan ini penentuan saya untuk menjadi lebih serius lagi sebagai type designer.

*****

Apa yang selanjutnya saya lakukan? Saya harus bisa mandiri sebagai type designer profesional bisa mendapatkan uang dari font bukan hanya menulis, membuat sketsa, membuat font tapi tidak menjual-jualnya. Maafkan saya kepada diriku sendiri telah banyak membuang waktuku tidak merampungkan font, maafkan saya masa mudaku tidak menghidupiku, seperti penyesalan Kakakku yang dibilang, “Maafin Abang ya, kalo dulu gak ngutang mungkin rumah gak bakal dijual.” Saya membalasnya seperti yang sebelumnyaku bilang. Saya tidak cepat-cepat menjadikan font penghasilan. Akhir-akhir ini kami bertiga berdiskusi bersama meski saya pasif hanya menyetujui saja tanpa memberi ide, saya hanya ingin menjadi type designer profesional.

Tidak banyak yang dilakukanku sekarang selain terus merampungkan font. Mau bagaimana lagi, harus jadi uang. Hidup dari font.

Seperti lagu 90’an yang pernah saya dengar di tahun 2005 dulu, saat saya salah beli album LL Cool J, yang ternyata membeli album ini:

Sungguh seperti lagu inilah seharusnya saya berusaha di bidang type design. LL Cool J – Mama Said Knock You Out.

Diterbitkan oleh asepcashball

Mantan nett, calon pengusaha, seorang pecinta wanita yang doyan baca, nulis ma nyoba2 buat tulisan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: