Laptop baru, typeface baru, dengan semangat baru

Setelah selesai mandi pagi dengan gayung yang airnya di ambil dari ember yang sebenarnya bekas tempat cat tembok saya merasakan kesegaran pagi di akhir pekan kedua di rumah kontrakan ini. Rumah ini pemiliknya intel, angkatan militer saya tidak punya masalah seumur hidup saya dengan militer, polisi, hidup tenang-tenang saja. Dengan ABRI tidak ada sama sekali yang bisa saya ceritakan kecuali kakek saya dari Ayah itu seorang AURI, Angkatan Udara Republik Indonesia, sementara sampai saat ini dengan polisi. Saya tak punya sim, belum pernah ditilang.

Eh nampaknya pernah dulu ditilang sekali saat teman sekelas kuliah bermalam di rumahku dulu pergi ke kampus di Dipatiukur menggunakan Mio di jalan Suci tepat didepan pasar, kami berdua ditilang sebab saya tidak menggunakan pelindung kepala saat itu saya hanya menggunakan topi volcom bootleg berwarna merah, hitam. Saya sempat disangka wanita, melalui rambut saya yang panjang. Saya diam saja saat polisi jalan ini berkata demikian. Saya terpaksa menghabiskan isi dompet untuk berdamai dengan pak polisi. Rp. 50.000 kandas. Sisanya hanya uang ongkos. Kami pergi setelah membayar uang damai. Hanya itu saya bermasalah dengan polisi.

Kembali ke rumah kontrakan baruku, selesai mandi saya menunaikan ibadah subuh lalu membaca Al Kitab, membaca bahasa arab lalu membaca artinya. Selalu mengingatkan saya untuk berbuat baik, saya rasa saya bukan orang yang baik terlebih saya rasa membaca yang baik-baik membuat saya merasa saya seorang yang tidak baik. Ah sudahlah lupakan, lakukan saja yang terbaik hari ini, totalitas tanpa perlu berfikir ini baik atau tidak. Oh iya hari ini saya akan pergi ke warnet untuk melihat nomer resi pembelian daring untuk mengecek status paket sudah sampai mana. Sambil menghisap rokok mild lisensi Amerika Serikat saya buang air besar di kloset jongkok di dalam kamar mandi sambil tetap berbicara dengan Ibu yang berada di luar kamar kecil. Saya memutuskan untuk tidak jadi ke warnet setelah berfikir cara yang lebih mudah. Saya menjadi teringat beberapa hari lalu saya berbincang juga dengan Kakakku berdua, menjelaskan usaha apa yang saya pilih untuk melanjutkan hidup juga membantu keluarga untuk menambah pengahasilan juga rencana kami untuk menabung lalu membeli sebidang tanah. Menjadi pengepul kertas lalu menyaringnya untuk mengambil bukunya saja, lalu menjualnya dengan bantuan internet di market place. Kakakku berkata itu terlalu sulit. Lalu saya memberi ide usaha lain, sebagai lulusan Desain Komunikasi Visual strata 1, bergelar S.Ds di ujung nama saya, saya telah mendesain ilustrasi seputar tengkorak menawarkannya kepada teman-teman namun tidak ada yang tertarik begitu pun Kakakku. Dia bilang terlalu susah cari yang sederhana saja, dia bercerita soal usaha penjualan beer secara online, menceritakan usaha warung yang keduanya bisa saya jalankan lebih sederhana dari usaha-usaha saya yang ditawarkan. Saya menyetujuinya, meski kedua usaha tersebut belum berjalan, beer masih belum ada motor untuk mengantarkannya, tapi kakakku bilang akan dibantu dengan transportasi online, lalu saya bekerja sebagai admin untuk menerima pesan. Sementara warung belum ada modal lalu belum jelas juga tempatnya, saya bekerja sebagai penjaga saja, sementara Kakakku yang membeli barang-barangnya. Jadi ya obrolan ini hanya mulai membuka pikiran saya selain menjadi pengusaha font. Sampai kakakku berkata bahwa sampai 10 tahun di depan ia tau bahwa saya akan selalu menjawab font sebagai pekerjaan tapi masih saja disana-sana saja. Mudah ditebak.

Setelah diceritakan usaha lain malah dibilang rumit saya terpacu untuk membuktikan 6 sampai 9 bulan sudah menghasilkan pendapatan. Ia berbicara carilah usaha lain, tetapi kakakku tidak melarang untuk berusaha font, lanjutkan saja sambil usaha yang perputaran uangnya lebih cepat.

Kembali ke ke kamar mandi selesai berak saya keluar kamar mandi. Saya mengambil hp Ibuku. Setelahnya mengunduh surat elektronik di google play, memeriksanya ternyata tidak ada nomor resi lalu saya putuskan kembali untuk menghubungi bapak yang bekerja di ekspedisi yang menelepon saya kemarin. Menelepon ternyata jaringan teleponnya buruk jadi saya putuskan untuk menulis pesan pendek, menanyakan kenapa paket belum sampai 2 kali 24 jam.

Tak lama berselang ada yang menghubungi, bila tadi saya menghubungi dengan ponsel Ibuku kini ada yang meneleponku di hand phoneku. Kami berbicara, menjelaskan alamat, patokan, jalan tembus ke rumah ini. Selesai.

Hari sudah siang, saya telah menghabiskan rokok juga makan, selesai shalat Dzuhur saya tidur.

Sorenya saya bangun tak lama dari itu saya ditelepon kembali, kembali lagi saya menjelaskan tujuan.

Oh salah saya ditelepon dahulu baru saya tidur itu yang benar.

Akhirnya seorang bapak-bapak datang mengantarkan paket sambil berkata, “Paket!” Saya membuka pagar, lalu melihat dus besar beserta logo toko daring yang sudah saya pesan dari 5 hari lalu.

Saya membuka dus dengan bantuan gunting, Ibuku membantuku merapihkan kardus setelah bungkusnya satu persatu saya buka. Membaca buku panduan ukuran A6, menulis nama, alamat, email, no hand phone, tanggal pembelian, nama dealer, alamat dealer, nomer telepon dealer, dua terkahir ini tak saya tulis. Tidak tau alamatnya, tapi kalau tidak salah ada di kardus tadi, tapi ah sudahlah nanti saja ditulisnya.

Setelah membaca buku panduan, melihat kegunaan port usb 3.0 saya membaca dibutuhkan waktu pengisian baterai selama 3 jam, saya mengambil hp mulai memakai stop watch dan mulai menghidupkan lalu mulai mengisi hal yang sama pada hp tersebut kebetulan hpku sedang lowbat.

Butuh 3 jam yang berarti akan selesai pada jam 19:44.

Kalau kemarin menunggu paket sekarang menunggu baterai, hah menunggu itu hal yang membosankan saya tidak suka menunggu.

Diterbitkan oleh asepcashball

Mantan nett, calon pengusaha, seorang pecinta wanita yang doyan baca, nulis ma nyoba2 buat tulisan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: